728x90
Prepaid Phone Card Rates
 From:  To:   

Tuesday, March 18, 2008

Waktu kita bener-bener nyadar

 

Kapan kamu pernah merasa nyadar diri senyadar-nyadarnya, kadang kita sendiri nggak pernah tau kapan kita merasa benar-benar sadar dengan segala sesuatu yang berada di sekitar kita. Kesadaran diri ini yang sedang aku bicarakan adalah kesadaran tentang siapa diri kita berada di depan Tuhan dan untuk orang lain.

Aku punya banyak teman, ya teman. Mereka yang ada disekitar kita itu temen-temen kita. Entah dengan posisi sebagai teman baik ataupun hanya temen yang sekedar kenal. Bahagianya mempunyai temen-teman yang selalu berada di sekitar kita

Namun pernah tidak merasa bahwa kamu sama sekali tidak berarti buat mereka. Aku pernah merasa seperti, dan rasanya begitu menyakitkan, menyesakkan dada, sampai-sampai air mata jadi mengalir. Dan kenapa tiba-tiba perasaan itu muncul?

Sahabatku yang kusayang, kita selalu maen bareng dan selalu curhat sana-sini. Aku dengan cerita-ceritamu. Saat kamu menangispun kusediakan bahuku untuk kamu menangis dan meluapkan semua perasaanmu.

Sahabatku sayang, kau banyak mendengarkan aku bercerita ini dan itu, aku berterimakasih untuk itu. Kausediakan waktumu untuku dan kau berikan nasehatmu untukku. Namun, sahabatku sayang, kau menceritakan apa yang kuceritakan pada orang lain tanpa sepengetahuanku. Dan itu membuatku merasa kecewa padamu, aku rasa aku tak pernah punya kawan yang bisa kupercaya. Dan aku semakin tertutup dan menceritakan kisahku pada Tuhan

Pacarku sayang, kau baik dan kau pengertian dan kau romantis. Tiba-tiba saja kau ingin pergi jauh entah kemana. Dan kau pergi….

Setahun kemudian, hai mantan pacarku sayang, selamat ulang tahun dan aku minta di traktir. Owh bodohnya aku emoticon…siapa aku ini minta-minta traktir (sedang nyadar), trus aku mikir sekali lagi, sejak kapan aku mulai punya pacar dan ngaku-ngaku punya pacar emoticon kalau yang ini aku bener-bener sedang tidak nyadar sama sekali.

Kawanku sayang, yuk kita pergi jalan-jalan, lama juga kita nggak pergi bareng trus cerita ngalor ngidul nggak karuan, aku kangen masa-masa itu

"Wah maaf Dian sayang, aku ada acara sama si X, kapan-kapan aja ya kita perginya"

emoticon aku di tolak, lantas aku mikir-mikir lagi, siapa aku ngajak ngajak kamu yang udah jadi pacar orang

Adik angkatku sayang, yuk kita makan bareng, pengen ni crita-crita sama denger ceritamu yang aneh-aneh

"Wah, maab mbak, pacarku cemburu aku pergi ma kamu"

emoticonakhirnya aku bisa bikin cemburu cewek lain

Ibuku sayang, maen Bandung dong….kita jalan-jalan yuk…

"Nak, ibu tau kamu lagi susah, kamu sehat aja dulu ya nak, nanti kalau kamu dah sehat, pasti maen ke bandung"

aku "…………………………………"  begitukah

aku bener-bener merasa sangat sedih, itu adalah moment-moment dimana aku merasa tak dibutuhkan lagi sebagai seorang teman. Lantas aku berpikir dan berpikir. Siapa aku sebenarnya ? Dimana posisiku untuk mereka ? Seberapa pentingkah aku untuk mereka ?

Kadang kalau aku mulai berbicara dengan "kamu" sedikit senyum mulai muncul dan aku bisa sedikit merasa berarti. Dalam waktu yang tak lama ini hanya "kamu" yang membangkitkan semangatku untuk lebih merasa berarti

Dan aku sadar, aku nggak mungkin melepaskan "kamu" hanya untuk kehilangan diri sendiri

No comments: