(Nisa - Bogor)
Hi..teman2 mudah2an dengan aku curhat di artikel ini aku bisa mendapat solusi yang terbaik Amin...
Aku adalah wanita 23 tahun, sudah pacaran selama 1 setengah tahun dengan seorang perwira TNI.
Dia tipe setia, jujur, dan yang terpenting gak neko2 dan menerima aku apa adanya. Kedua keluarga juga sudah setuju dan keluarganya pernah bersilaturrahmi dengan berkunjung ke rumahku. Perlu diketahui orang tuanya dia di Malang Jatim dan aku di Bogor Jabar.
Awal kami ketemu karena dia ditempatkan di kota tempat aku bekerja. Hubungan kami bisa terbilang lancar, cuma dia orangnya pencemburu, jujur saya pernah bertunangan dengan laki2 lain dan hampir akan menikah tapi mungkin kita gak jodoh dan kita bubar secara baik2. Walaupun pada waktu itu mantan tunanganku ketahuan selingkuh.
Sampai sekarang aku masih berhubungan via telepon or SMS dengan tunanganku. Jujur aku masih sangat sayang sama tunanganku begitupun dia selalu mengatakan hal yang sama denganku. Orangtuanya pun masih sangat mengharapkan aku menjadi menantunya walau mereka tahu kesalahan yang pernah anak mereka lakukan sama aku. Tetapi, kami tidak mungkin bisa disatukan lagi karena keluargaku sudah terlanjur sakit hati akibat perbuatan dia.
Sudah 2 tahun aku putus dengan tunanganku, tapi hati ini masih menyimpan harapan. Pacarku tahu tentang perasaanku sama mantan tunanganku ini, bahkan pacarku selalu menjadi yang terbaik buat aku agar aku bisa benar2 melupakan mantan tunanganku itu.
Pernah suatu kali aku kembali berkomitmen dengan mantan tunanganku tanpa sepengetahuan keluarga dan pacarku (backstreet), begitu pun dia tanpa sepengetahuan pacarnya yang sekarang (yang dulu jadi selingkuhannya dia dari aku), tapi ternyata ada kenyataan yang gak bisa aku terima, tunanganku telah merenggut kegadisan wanita lain yang dulu menjadi selingkuhannya.
Selama kami pacaran, jujur banget aku gak bisa menerima semua itu karena wanita itu memohon kepadaku untuk tidak memisahkan dia dari mantan tunangan aku (walau pada waktu itu dia yang menyebabkan aku berpisah), tetapi sebagai seorang wanita aku bisa merasakan apa yang dia rasakan. Aku putuskan untuk benar-benar melupakan mantan tunanganku dan kembali ke pacarku yang sekarang dan aku berusaha untuk benar2 setia.
Ternyata mantan ku bilang ke pacarku yang sekarang, bahwa kemarin kita pernah jadian lagi bahkan mantan tunanganku bilang ke pacarku bahwa aku akan memutuskanya pelan2 (dulu aku memang pernah ngomong gitu sebelum aku tahu kelakuan mantan tunanganku sama pacarnya).
Semenjak pacarku mengetahui semuanya dia jadi tambah pencemburu dan selalu curiga apabila aku dapat SMS or telepon, aku maklum dengan sikap dia ke aku, jujur dia sangat sayang ke aku sampai dia mema`afkan aku dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
Bulan depan Insya Allah dia akan berangkat ke Papua untuk Dinas selama kurang lebih satu tahun, dia sangat takut sekali kehilangan aku sampai dia berniat menikah kampung dulu sama aku sebelum dia berangkat kesana. Perlu diketahui dia masih dalam ikatan dinas, belum boleh menikah dulu, tapi niatan itu ditolak oleh keluarganya maupun keluargaku, karena takut ketahuan kesatuan dan berakibat fatal pada karirnya.
Padahal aku sudah menyakinkan dia bahwa aku akan menunggunya dan gak akan macam2 selama dia dinas disana, dan akan terus komunikasi. Sampai aku usul untuk tunangan dulu, tapi dia tetap gak percaya, tunangan kan tidak menjamin itu kata dia. Dia masih takut aku kan kembali kemantan aku, karena yang dia tahu aku masih belum bisa melupakan mantan aku itu.
Sampai akhirnya dia meminta sesuatu yang sangat aku jaga selama ini, yaitu KEPERAWANAN aku, selama ini aku sangat menjaga keperawanan aku bukan karena sok suci, tapi aku takut dengan hukum Allah tentang zinah dan aku gak mau membuat kecewa dan malu keluargaku.
Dia bilang ke aku dia meminta keperawanan ku bukan karena nafsu, tapi supaya aku tidak bisa ke lelaki lain dengan hilangnya kegadisan aku olehnya.
Jujur banget aku gak bisa memenuhi permintaan nya dia, aku bilang lebih baik putus daripada harus memenuhi permintaannya. Walau pada waktu ngomong gitu hatiku sangat berat.tapi..apa yang dia bilang ke aku, "Kalau kamu gak mau zinah kita nikah siri dulu tanpa ada orang yang tahu termasuk keluargaku dan kamu" (perlu diketahui kita sama2 anak bungsu, dan aku perempuan satu2nya dikeluargaku). Tapi kalau kamu tetap gak mau juga aku lebih baik kehilangan pekerjaan aku daripada kehilangan kamu ..."
Sungguh aku bingung, jujur aku sangat ingin sekali bisa meyakinkan dia dengan menikah siri dulu, tapi aku gak sanggup jika aku harus menikah tanpa sepengetahuan keluargaku, karena aku perempuan satu2nya.
Selama ini aku sangat dekat dg keluarga terutama ibu, dan aku gak mau membuat mereka kecewa juga dengan keluarga pacarku. Aku juga takut resiko dengan ketahuan oleh kesatuan tempat pacarku dinas, aku takut disalahkan oleh keluarganya suatu hari nanti. Walau cuma kita yang tahu dan nikah siri di tempat yang dijamin aman tapi kita gak pernah tahu apa yang akan terjadi nanti.
Selain itu aku juga gak mau pacarku meninggalkan karirnya hanya cuma buat aku, aku gak mau dia mengecewakan keluarganya karena aku tahu masuk perwira itu gak murah. Dia mengatakan itu bukan cuma gertakan atau ancaman, dia juga menyampaikan niatnya kebeberapa teman selitingan nya, juga ke kakakku, bahwa dia lebih baik kehilangan karirnya yang sekarang dari pada harus kehilangan aku, padahal itu hanya bentuk ketakutan dia.
Aku gak tahu dengan cara apa aku bisa menyakinkan dia kalau aku sudah melupakan tunanganku dan akan menunggu dia sampai kembali dari Papua.
Teman ..... jujur aku bingung banget, mudah2an teman2 ada yang bisa membantuku..
Thank`s.
No comments:
Post a Comment